Situs ini dibuat sekedar untuk berbagi pengalaman dalam masalah administrasi yang diperoleh selama di tempat kerja.

Selasa, 03 Desember 2013

SIX SIGMA UNTUK SEKTOR JASA


Bicara mengenai Six Sigma adalah bicara tentang masalah pengendalian kualitas dengan cara meminimalisir terjadinya defect product dengan hasil pernyataan pada ukuran tingkatan sigma. Six sigma pertama kali dipelopori oleh Motorola (perusahaan manufaktur) pada era tahun 80-an. Selama beberapa tahun terakhir, metodologi ini banyak menerima pengakuan dan beberapa perusahaan telah mengadopsinya dalam kaitannya untuk memenuhi target mereka. Namun, masih banyak perusahaan non-manufaktur atau perusahaan jasa yang sampai pada kesimpulannya bahwa Six Sigma tidak akan membantu mereka bekerja mencapai target.


Hal ini karena Six Sigma pada awalnya dikembangkan untuk membantu industri manufaktur. Organisasi seperti sistem perawatan kesehatan, penyedia jasa keuangan dan sistem pendidikan semua meragukan kegunaan Six Sigma.

Mengapa Sektor Jasa merasa Six Sigma bukan untuknya.

Alasan paling jelas mengapa perusahaan jasa menjauhkan diri dari Six Sigma adalah karena mereka menganggap six sigma masih sebagai alat manufaktur. Organisasi jasa merasa kalau perusahaannya memiliki sejumlah besar tenaga kerja manusia, maka tidak ada cacat terukur yang harus dikoreksi. Namun, para ahli mengatakan hal ini tidak benar. Sebuah survei terbaru di negara barat menunjukkan bahwa perusahaan jasa yang telah menginvestaikan modalnya ke project Six Sigma mampu menghemat jutaan dolar untuk setiap proyeknya. Ternyata sumber daya manusia sebagian besar membuat masalah penyimpangan pada proses organisasi layanan jasa. Untuk menaklukkan masalah ini, pemimpin perusahaan perlu dilatih metodologi Six Sigma untuk menyeimbangkan keahlian pekerjaan mereka dengan alat-alat analisis  berbasis statistik.

Perusahaan jasa yang tidak berani pada metrik statistik adalah kendala utama yang dihadapi sektor jasa dalam mengimplementasikan Six Sigma. Kebanyakan orang sektor jasa merasa bahwa Six Sigma terlalu teknis. Pentingnya metrik ini adalah untuk memberikan wawasan tentang peta bisnis proses kerja. Perusahaan berbasis layanan perlu memfokuskan perhatiannya pada pengembangan proyek Six Sigma yang khusus untuk kebutuhan bisnis mereka seperti pelanggan, masalah proses jasa itu sendiri dan masalah pembayaran. Disinilah sektor jasa merasakan manfaatnya Six Sigma sekaligus menjadikan tantangan besar untuk penerapannya.

Bagaimana perusahaan jasa dapat manfaat Six Sigma

Penerapan Six Sigma di kebanyakan industri jasa berkisar di bidang keuangan, sumber daya manusia, penjualan dan pemasaran, oleh karenanya Six Sigma harus dapat menggali kedalam subjek soft skill. Lantas bagaimana penerapannya? Masukan Six Sigma kedalam proses peningkatkan layanan pelanggan untuk memperoleh peta bisnis yang efektif dan efisien dengan bertujuan menghasilkan ekspansi bisnis.
Pertama, proses kerja perusahaan harus dipahami, dengan menggunakan metode DMIAC atau metode menentukan masalah (Define), Melakukan pengukuran (Measure),  melakukan analisis (Analyse), melakukan pengembangan (Improve) dan tahap terakhir pengendalian (Control). Sebagai tujuan utama dari metodologi ini adalah untuk mengurangi cacat pada proses, langkah pertama tadi akan mendeteksi cacat proses tertentu.

Kedua, data yang berhasil dikumpulkan akan diamati bagaimana, mengapa dan seberapa sering cacat ini terjadi hingga masalah ditetapkan. Selanjutnya, tim Six Sigma menerapkan metode untuk karyawan yang luar biasa kerjanya masuk kedalam status sebagai metode normal. Karyawan diluar status normal harus dipisahkan untuk dididik dan dikembangkan agar semua karyawan rata kompetensinya.

Tidak ada komentar:

DASAR ANALISA KREDIT

Pada umumnya analisa kredit akan membahas unsur 5C, yaitu character (karakter nasabah, kemauan membayar), capacity (kemampuan membayar ke...